Hari Aksara Internasional ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1967. Peringatan ini muncul sebagai respons atas masih tingginya angka buta aksa...
Hari Aksara Internasional ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1967. Peringatan ini muncul sebagai respons atas masih tingginya angka buta aksara di dunia. UNESCO ingin mengingatkan masyarakat internasional bahwa literasi adalah hak dasar setiap manusia dan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, serta kesejahteraan sosial.
SMAN 1 Jatisari Mengadakan kegiatan literasi numerasi untuk pembiasaan siswa dan siswi agar terbiasa dengan kegiatan literasi sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemampuan membaca dan menulis, sebelum kegiatan literasi dimulai, perwakilan siswa/i untuk memimpin doa dalam program lintas iman untuk tolerasi antar agama berdasarkan program Pemerintah provinsi Jawa Barat melalui program Gapura Panca Waluya, sekolah memfokuskan diri pada pengembangan peserta didik yang Cageur,Bageur,Bener, Pinter, tur Singer.
Kegiatan berlanjut dengan penyampaian pesan dari bapak wakasek kurikulum yaitu Bapak Pupu Rusmana,S.Pd.,M.pd Beliau menyampaikan Pentingnya literasi untuk membuka jendela dunia, Literasi sebagai fondasi pendidikan ,tanpa literasi, akses ilmu pengetahuan akan terbatas.
Kegiatan literasi ini yang berlangsung selama 20 menit dari berbagai referensi ada yang membawa buku novel, buku mata pelajaran, ada juga kisah-kisah perjuangan pahlawan Republik Indonesia. Setelah itu ada Perwakilan siswa/i yang menyampaikan sinopsis dalam gerakan literasi yaitu haifa radhwatul afifah dan siti aisatul robiah menyampaikan tentang kisah pejuangan mahasiswa narasenna dan kisah asmara tentang Perjuangan Fakultas Hukum Untuk Menjadi Juara Debat Nasional dan Internasional.





.jpeg)


COMMENTS